Kembali ke Alam Jadi Cara Efektif Redakan Stres di Tengah Rutinitas
![]() |
| Dedi Arnofri (Pembina LHA) |
raunholic- – Tekanan pekerjaan, persoalan keluarga, hingga tuntutan kehidupan modern membuat stres menjadi kondisi yang semakin sering dialami banyak orang.
Jika dibiarkan berlarut-larut, stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga berdampak pada kondisi fisik dan kualitas hidup seseorang.
Sejumlah ahli menilai, salah satu cara sederhana namun efektif untuk membantu meredakan stres adalah menghabiskan waktu di alam terbuka.
Aktivitas seperti berjalan di kawasan hijau, mendaki gunung, hingga berkemah diyakini mampu membantu tubuh dan pikiran kembali rileks setelah menghadapi tekanan sehari-hari.
Alam Terbuka Bantu Pulihkan Kondisi Mental
Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi tekanan. Dalam kondisi tersebut, otak memicu pelepasan berbagai hormon agar tubuh siap menghadapi situasi yang dianggap menantang.
Namun, apabila berlangsung terlalu lama tanpa penanganan yang tepat, stres dapat menguras energi fisik maupun emosional.
Psikolog klinis evolusioner Ben Michaelis, PhD, menyebut berada di alam dapat memberikan efek menenangkan bagi kesehatan mental.
"Untuk memaksimalkan manfaat kesehatan mental, pertimbangkan untuk pergi ke alam dan mendaki gunung, karena alam memiliki efek menenangkan pikiran," ujar Michaelis.
Selain itu, berada di sekitar pepohonan dan tanaman juga dinilai mampu membantu menurunkan kecemasan.
"Ada bukti bahwa berada di sekitar tanaman dan pohon dapat membantu mengurangi kecemasan karena tanaman memancarkan bahan kimia yang tampaknya turut memperlambat respons tubuh terhadap tekanan," kata Michaelis.
Penelitian Perkuat Manfaat "Mandi Hutan"
Temuan tersebut diperkuat oleh penelitian di Jepang yang dipublikasikan dalam Environmental Health and Preventive Medicine pada 2009. Penelitian itu menunjukkan peserta yang menghabiskan sekitar 20 menit berjalan di kawasan hutan atau melakukan forest bathing memiliki kadar hormon stres lebih rendah dibandingkan mereka yang berada di lingkungan perkotaan.Selain menikmati alam, aktivitas seperti meditasi, yoga, relaksasi, hingga beristirahat sejenak dari rutinitas juga dapat membantu proses pemulihan mental atau rejuvenasi.
Bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan berlibur, langkah sederhana seperti mendengarkan musik, menggunakan aromaterapi, mengonsumsi makanan bergizi, dan menjaga pola pikir positif dapat menjadi alternatif untuk mengelola stres secara lebih sehat. (*)


